GAYA HIDUP DAN PERILAKU PEMBELIAN
EMAS PUTIH DI KOTA JAMBI
Latar Belakang
Pemasaran berkembang dengan pesat dan
memahami perilaku konsumen menjadi salah satu strategi dalam keberhasilan
memasarkan produk. Menghasilkan suatu produk yang diinginkan konsumen akan
mengefisienkan kegiatan pemasaran ,melalui pemahaman perilaku konsumen akan
diperoleh informasi bagaimana konsumen mengembangkan sejumlah alternatif dalam
pembeliannya. Informasi ini akan menjadi fokus kegiatan pemasaran untuk
mendesain produk,harga,bauran promosi,distribusi sampai dengan sistem pelayanan
sesuai dengan yang diperlihatkan konsumen melalui perilakunya. Menurut Shiffman
dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that
customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing
of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”.
Pengertian tersebut bermakna bahwa perilaku konsumen merupakan perilaku yang
diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan
mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen
untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang
ditawarkan. Dengan demikian konsumen akan mengembangkan sejumlah alternatif
untuk sampai kepada keputusan membeli atau tidak membeli suatu produk atau
jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain faktor
budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Gaya hidup merupakan salah satu indikator
dari faktor pribadi yang turut berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Jika
diartikan gaya hidup merupakan pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh
kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan seseorang
secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga
mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang dan menggambarkan bagaimana
mereka menghabiskan waktu dan uangnya. Oleh karena itu dalam kaitannya sebagai
faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen gaya hidup sering dikaitkan
dengan produk dan jasa tertentu yang berhubungan dengan kelas sosial seseorang.
Dimana dalam keputusan pembelian harga bukan menjadi pertimbangan utama namun
prestise,kenyaman,dan penerimaan lingkungan menjadi pendorong kuat dalam
pertimbangan pembelian.
Landasan Teori
Pengertian perilaku konsumen menurut
Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the
behavior that customer display in searching for, purchasing,using, evaluating,
and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they
needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam
mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau
ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya
dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu menurut Loudon
dan Della Bitta (1996) perilaku konsumen adalah: “Consumer behavior may be
defined as the decision process and physical activity individuals engage in
when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat
dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan
fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai,
mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Menurut
Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various
facets of the decision of the decision process by which customers come to
purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk
membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan
hubungan antar dua variabel. Mengacu pada pendapat Sekaran (1992) maka jenis
penelitian ini termasuk pada eksplanatory research. Desain penelitian merupakan
cross section studies dengan pertimbangan desain ini relatif sederhana. Metode
penelitian adalah survey sampel.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian di Kota Jambi dengan
pertimbangan sesuai dengan masalah dan tujuan yang hendak dicapai, kemudahan
pengumpulan data, faktor efisiensi waktu dan biaya.
Populasi dan Sampel
Unit sampel dalam penelitian ini
adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan yang pernah
membeli emas putih dan berdomisili di Kota Jambi. Penarikan sampel dalam
penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi secara pasti
tidak diketahui, oleh karena itu ditetapkan jumalh responden yang menjadi
sampel penelitian berjumlah 100 orang.
Definisi Operasional Variabel
1) Gaya hidup (X) yaitu pola hidup di
dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Indikator
yang digunakan adalah waktu luang (X1.1), minat (X1.2), pandangan-pandangan
(X1.3),tahapan dalam kehidupan (X1.4),penghasilan (X1.5),pendidikan (X1.6), dan
lokasi tempat tinggal (X1.7).
2). Perilaku Konsumen (Y) yaitu
perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari,membeli, menggunakan,
mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat
memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi
produk atau jasa yang ditawarkan. Adapun indikator yang digunakan
mencari,membeli,menggunakan,alternatif pilihan dan mengabaikan.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen Sebelum dipergunakan
kuestioner perlu dilakukan pengujian terhadap validitas dan reliabilitasnya.
Masrun (dalam Solimun,2000) menyatakan bahwa bilamana koofisien korelasi antara
skor suatu indikator dengan skor total seluruh indikator sama atau lebih besar
dari 0,3 (r 0,3),
maka instrumen tersebur dianggap valid. Untuk menguji reliabilitas instrumen
pengukuran digunakan prosedur Cronbrach’s Alpha. Menurut Malhotra suatu
instrumen dianggap sudah cukup reliable bilamana nilai Alpha lebih besar atau sama dengan 0,6. Hasil
pengujian menunjukkan nilai koefisien korelasi berada diatas 0,3 yaitu 0,434
sampai dengan 0,824. sementara crobrach alpha menunjukkan nilai sebesar 0,61
sampai dengan 0,65.
Metode Analisis Data Teknik analisis
data yang digunakan :
1. Transformasi Likert Transformasi likert
adalah suatu teknik transformasi untuk mengubah data berskala ordinal menjadi
quasi interval. Digunakan untuk mengubah variable- variabel mengenai
pandangan-pandangan responden yang berskala ordinal menjadi quasi interval agar
memenuhi persyaratan skala data untuk analisis regresi.
2. Tes Cronbach's Alpha Tes Cronbach's Alpha
adalah suatu teknik statistika untuk menilai reliabilitas variabel-variabel
penelitian. Digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas variabel mengenai
pandangan-pandangan responden tentang gaya hidup dan perilaku konsumen. 3.
Analisis Regresi Analisis regresi digunakan untuk menguji pengaruh antara dua
variabel yaitu variabel gaya hidup dan perilaku pembelian. Dengan persamaan :
Yi = 0 + 1X1
+ 2X2 +3X3 + e
PEMBAHASAN
Keseluruhan variabel yang dgunakan
untuk menjelaskan gaya hidup,perilaku pembelian dan hubungan antara keduanya
setelah dilakukan pengujian dengan cronbrach alpha menunjukkan bahwa
keseluruhan reliabel dengan angka sebesar 0,61 dan 0,64, dimana batas suatu
variabel dapat dinyatakan reliabel adalah sebesar lebih besar atau sama dengan
0,6 .Dengan demikian keseluruhan variabel dapat digunakan dalam pengujian lebih
lanjut. Sebelum pengujian dengan menggunakan uji statistik transformasi likert
dilakukan sehingga data telah masuk ke dalam kategori interval dan memenuhi
syarat untuk dilakukan pengujian. Tujuan dilakukan pemasaran salah satunya
adalah bagaimana meningkatkan kemungkinan dan frekuensi konsumen melakukan
kontak dengan produk, membeli dan menggunakannya dan melakukan pembelian ulang.
Produk dan ciri-ciri produk bisa mempengaruhi kognisi (pikiran), afeksi
(perasaan) dan perilaku dari konsumen. Ciri-ciri produk dapat dievaluasi oleh
konsumen dalam hal kesesuaian dengan tata nilai, kepercayaan dan pengalaman
masa lampau mereka. Pemasaran dan informasi lainnya juga mempengaruhi apakah
pembelian dan penggunaan suatu produk akan menjanjikan sesuatu yang bermanfaat.
Konsumen dalam membeli tidak hanya didasarkan pada ciri-ciri produk akan tetapi
juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti harga, citra toko, kemasan,
nama merek dan identitas merek juga dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan.
Dengan demikian terdapat hubungan yang erat perilaku konsumen dengan produk.
Dalam menganalisis hubungan konsumen produk harus memperhatikan karakteristik
konsumen dan karakteristik produk. Karakteristik konsumen perlu diperhatikan
karena konsumen itu beragam dalam keinginan untuk mencoba suatu produk baru.
Gaya hidup merupakan salah
bagian dari faktor kepribadian yang
mampu menstimuli perilaku konsumen. Pada dasarnya Gaya hidup mencerminkan
perilaku konsumen dan seringkali memiliki hubungan dengan kelas sosial
tertentu. Berdasarkan penelusuran terhadap karakteristik responden diketahui
bahwa sebagian besar responden berusia antara 20 sampai dengan 30 tahun (67%)
dengan status sudah menikah (45%),berpendidikan SMA/sederajat (60%),pekerjaan
sebagai pegawai swasta (42%) dan bertujuan membeli emas putih sebagai perhiasan
(65%). Berdasarkan penghitungan statistik ditemukan bahwa terdapat pengaruh
gaya hidup terhadap perilaku pembelian konsumen produk perhiasan emas putih .
Hal ini ditunjukkan dengan angka sebesar 6.703 signifikan pada alpha sebesar
0,05%.. Hasil ini berarti H0 ditolak yang mengandung makna bahwa terdapat
hubungan secara linear antara gaya hidup terhadap pembelian konsumen. Dengan demikian
hasil penelitian ini mendukung teori bahwa gaya hidup merupakan salah satu
faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Cara konsumen menghabiskan
waktu luang merupakan faktor yang menyebabkan konsumen melakukan pembelian
perhiasan emas putih, 51% responden menyatakan setuju dan sangat setuju
terhadap pernyataan tersebut. Minat konsumen terhadap sesuatu yang dianggap
penting disekitar lingkungan merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli
perhiasan emas putih (62%). Pandangan- pandangan konsumen baik terhadap diri
sendiri maupun terhadap orang lain merupakan faktor yang menyebabkan mereka
membeli perhiasan emas putih (70%). Tahap-tahap yang telah dilalui dalam
kehidupan (life cycle) merupakan faktor yang menyebabkan kosumen membeli perhiasan
emas putih (72%). Penghasilan yang konsumen peroleh selama bekerja merupakan
faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (83%). Pendidikan
konsumen merupakan faktor yang menyebabkan konsumen membeli perhiasan emas
putih (67%). Lokasi tempat konsumen tinggal merupakan faktor yang menyebabkan
konsumen membeli perhiasan emas putih (62%) Gaya hidup erat hubungannya dengan
kelas sosial tertentu dan karakteristik produk tertentu pula. Jenis produk
tertentu seperti perhiasan emas putih bahkan memiliki daya tarik tertentu yang
menyebabkan konsumen mengembangkan pertimbangan lain selain harga dalam
mendorong pembeliannya. Karakteristik produk terdiri dari beberapa hal seperti
Kompatibilitas adalah sejauhmana suatu produk konsisten dengan afeksi,kognisi,
dan perilaku konsumen saat ini.misalnya, jika kondisi-kondisi lainnya dianggap
sama, jika suatu produk ternyata tidak membutuhkan perubahan penting pada
nilai-nilai dan kepercayaan konsumen atau pada perilaku pembelian dan
penggunaan konsumen maka konsumen tersebut akan lebih cenderung mencoba produk
tersebut ketimbang produk lainnya. Untuk produk perhiasan emas putih yang
sedang menjadi tren di masyarakat khusunya kaum perempuan,keputusan pembelian
tidak terkait dengan adanya kepercyaan akan nilai-nilai tertentu. Pemakaiannya
identik dengan jenis perhiasan lain seperti berlian,emas kuning dan perak.
Sehingga pertimbangan pembelian lebih kepada trend yang berlaku dan keamanan
penggunaan yang lebih dibandingkan dengan jenis perhiasan lain. Kemampuan untuk
uji coba menjelaskan sejauh mana suatu produk dapat dicoba dalam jumlah yang
terbatas, atau dipilah ke dalam jumlah-jumlah yang kecil jika untuk melakukan
uji coba ternyata membutuhkan biaya yang tinggi.misalnya, jika kondisi lainnya
dianggap sama, jika suatu produk memungkinkan dilakukannya uji coba tanpa harus
membeli atau uji coba pembelian dengan jumlah terbatas, cenderung lebih
mempengaruhi konsumen untuk mencoba. Berdasarkan observasi kondisi ini tidak
berlaku untuk jenis perhiasan ini. Permintaan perhiasan akan muncul jika
didukung oleh kemampuan dan kemauan untuk melakukan pembelian (Product-market).
Dengan demikian kemampuan uji coba tidak sesuai dengan karakteristik produk
ini. Kemampuan untuk diteliti mengacu pada sejauh mana produk atau dampak yang
dihasilkan produk tersebut dapat dirasakan oleh konsumen lain. Produk baru yang
dikenal masyarakat dan sering didiskusikan cenderung diadopsi lebih cepat.
Perhiasan emas putih pada awalnya merupakan campuran untuk emas kuning,terutama
untuk perhiasan sehari-hari yang memberikan kesan tidak glamour,sederhana namun
elegan bagi pemakainya. Permintaan emas putih setiap tahunnya cenderung
meningkat,bahkan menjadi perhiasan yang banyak diminati setelah berlian.
Kecepatan adalah seberapa cepat manfaat suatu produk dipahami oleh konsumen.
karena sebagian konsumen masih berorientasi pada kepuasan yang dengan cepat
dirasakan ketimbang yang ditunda, produk yang dapat memberikan manfaat lebih
cepat cenderung berkemungkinan lebih tinggi untuk paling tidak dicoba oleh
konsumen. Selanjutnya kesederhanaan yaitu sejauh mana suatu produk perhiasan
emas putih mudah dimengerti dan digunakan konsumen.misalnya jika kondisi
lainnya dianggap sama, sebuah produk yang pada saat merakitnya tidak
membutuhkan upaya yang rumit serta pelatihan konsumen yang mendalam cenderung
lebih berpeluang untuk dicoba.
Manfaat relative adalah sejauh mana
suatu produk memiliki keunggulan bersaing yang bertahan atas kelas produk,
bentuk produk, dan merek lainnya. Persaingan di kelas perhiasan cukup tinggi
karena perhiasan terkait erat dengan selera. Ditambah lagi Simbolisme produk (
makna suatu produk atau merek bagi konsumen) dan bagaimanakah pengalaman
konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Keseluruhan karakteristik tersebut
mengakibatkan strategi pemasaran, kualitas strategi pemasaran yang digunakan
juga memiliki peran apakah pemasaran produk perhiasan emas putih itu berhasil
dan berkemampulabaan.
KESIMPULAN
Perilaku konsumen akan ditunjukkan dengan
sejauh mana mereka melalui tahap-tahap keputusan pembelian dan didorong oleh
beberapa faktor untuk sampai pada keputusan pembelian sebuah produk. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang berpengaruh
terhadap perilaku pembelian . Hal ini mengandung implikasi bahwa karakteristik
produk seperti perhiasan emas putih sangat dipengaruhi gaya hidup , dimana
simbolisme produk menjadi kekuatan dari produk yang menyebabkan produk ini
banyak disenangi oleh konsumen terutama kaum perempuan. Terkait dengan hal
tersebut,maka diperlukan strategi pemasaran yang berkualitas untuk memastikan
produk perhiasan menyentuh sisi kepribadian dan psikologis konsumen untuk dapat
berkemampulabaan.Temuan ini bisa berbeda untuk karakteritik produk yang
lain,oleh karena itu diperlukan lebih banyak penelitian yang terkait dengan
gaya hidup, seperti menentukan segmentasi konsumen yang didasarkan pada gaya
hidup.
SUMBER : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193562&val=6507&title=Analisa%20Credibility%20Celebrity%20Endorser%20Model%20:%20Sikap%20Audience%20terhadap%20Iklan%20dan%20Merek%20Serta%20Pengaruhnya%20Pada%20Minat%20Beli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar