Kamis, 19 Maret 2015

Tugas Softskill(Review Jurval 2)

GAYA HIDUP DAN PERILAKU PEMBELIAN EMAS PUTIH DI KOTA JAMBI



Latar Belakang

Pemasaran berkembang dengan pesat dan memahami perilaku konsumen menjadi salah satu strategi dalam keberhasilan memasarkan produk. Menghasilkan suatu produk yang diinginkan konsumen akan mengefisienkan kegiatan pemasaran ,melalui pemahaman perilaku konsumen akan diperoleh informasi bagaimana konsumen mengembangkan sejumlah alternatif dalam pembeliannya. Informasi ini akan menjadi fokus kegiatan pemasaran untuk mendesain produk,harga,bauran promosi,distribusi sampai dengan sistem pelayanan sesuai dengan yang diperlihatkan konsumen melalui perilakunya. Menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut bermakna bahwa perilaku konsumen merupakan perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan demikian konsumen akan mengembangkan sejumlah alternatif untuk sampai kepada keputusan membeli atau tidak membeli suatu produk atau jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Gaya hidup merupakan salah satu indikator dari faktor pribadi yang turut berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Jika diartikan gaya hidup merupakan pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang dan menggambarkan bagaimana mereka menghabiskan waktu dan uangnya. Oleh karena itu dalam kaitannya sebagai faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen gaya hidup sering dikaitkan dengan produk dan jasa tertentu yang berhubungan dengan kelas sosial seseorang. Dimana dalam keputusan pembelian harga bukan menjadi pertimbangan utama namun prestise,kenyaman,dan penerimaan lingkungan menjadi pendorong kuat dalam pertimbangan pembelian.

Landasan Teori

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing,using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu menurut Loudon dan Della Bitta (1996) perilaku konsumen adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian
 Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan antar dua variabel. Mengacu pada pendapat Sekaran (1992) maka jenis penelitian ini termasuk pada eksplanatory research. Desain penelitian merupakan cross section studies dengan pertimbangan desain ini relatif sederhana. Metode penelitian adalah survey sampel.
Lokasi Penelitian
 Lokasi penelitian di Kota Jambi dengan pertimbangan sesuai dengan masalah dan tujuan yang hendak dicapai, kemudahan pengumpulan data, faktor efisiensi waktu dan biaya.
Populasi dan Sampel
Unit sampel dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan yang pernah membeli emas putih dan berdomisili di Kota Jambi. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi secara pasti tidak diketahui, oleh karena itu ditetapkan jumalh responden yang menjadi sampel penelitian berjumlah 100 orang.
Definisi Operasional Variabel
1) Gaya hidup (X) yaitu pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Indikator yang digunakan adalah waktu luang (X1.1), minat (X1.2), pandangan-pandangan (X1.3),tahapan dalam kehidupan (X1.4),penghasilan (X1.5),pendidikan (X1.6), dan lokasi tempat tinggal (X1.7).
2). Perilaku Konsumen (Y) yaitu perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Adapun indikator yang digunakan mencari,membeli,menggunakan,alternatif pilihan dan mengabaikan.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen Sebelum dipergunakan kuestioner perlu dilakukan pengujian terhadap validitas dan reliabilitasnya. Masrun (dalam Solimun,2000) menyatakan bahwa bilamana koofisien korelasi antara skor suatu indikator dengan skor total seluruh indikator sama atau lebih besar dari 0,3 (r 0,3), maka instrumen tersebur dianggap valid. Untuk menguji reliabilitas instrumen pengukuran digunakan prosedur Cronbrach’s Alpha. Menurut Malhotra suatu instrumen dianggap sudah cukup reliable bilamana nilai Alpha lebih besar atau sama dengan 0,6. Hasil pengujian menunjukkan nilai koefisien korelasi berada diatas 0,3 yaitu 0,434 sampai dengan 0,824. sementara crobrach alpha menunjukkan nilai sebesar 0,61 sampai dengan 0,65.
Metode Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan :
 1. Transformasi Likert Transformasi likert adalah suatu teknik transformasi untuk mengubah data berskala ordinal menjadi quasi interval. Digunakan untuk mengubah variable- variabel mengenai pandangan-pandangan responden yang berskala ordinal menjadi quasi interval agar memenuhi persyaratan skala data untuk analisis regresi.
 2. Tes Cronbach's Alpha Tes Cronbach's Alpha adalah suatu teknik statistika untuk menilai reliabilitas variabel-variabel penelitian. Digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas variabel mengenai pandangan-pandangan responden tentang gaya hidup dan perilaku konsumen. 3. Analisis Regresi Analisis regresi digunakan untuk menguji pengaruh antara dua variabel yaitu variabel gaya hidup dan perilaku pembelian. Dengan persamaan : Yi =  0 + 1X1 + 2X2 +3X3 + e
PEMBAHASAN
Keseluruhan variabel yang dgunakan untuk menjelaskan gaya hidup,perilaku pembelian dan hubungan antara keduanya setelah dilakukan pengujian dengan cronbrach alpha menunjukkan bahwa keseluruhan reliabel dengan angka sebesar 0,61 dan 0,64, dimana batas suatu variabel dapat dinyatakan reliabel adalah sebesar lebih besar atau sama dengan 0,6 .Dengan demikian keseluruhan variabel dapat digunakan dalam pengujian lebih lanjut. Sebelum pengujian dengan menggunakan uji statistik transformasi likert dilakukan sehingga data telah masuk ke dalam kategori interval dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian. Tujuan dilakukan pemasaran salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kemungkinan dan frekuensi konsumen melakukan kontak dengan produk, membeli dan menggunakannya dan melakukan pembelian ulang. Produk dan ciri-ciri produk bisa mempengaruhi kognisi (pikiran), afeksi (perasaan) dan perilaku dari konsumen. Ciri-ciri produk dapat dievaluasi oleh konsumen dalam hal kesesuaian dengan tata nilai, kepercayaan dan pengalaman masa lampau mereka. Pemasaran dan informasi lainnya juga mempengaruhi apakah pembelian dan penggunaan suatu produk akan menjanjikan sesuatu yang bermanfaat. Konsumen dalam membeli tidak hanya didasarkan pada ciri-ciri produk akan tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti harga, citra toko, kemasan, nama merek dan identitas merek juga dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan. Dengan demikian terdapat hubungan yang erat perilaku konsumen dengan produk. Dalam menganalisis hubungan konsumen produk harus memperhatikan karakteristik konsumen dan karakteristik produk. Karakteristik konsumen perlu diperhatikan karena konsumen itu beragam dalam keinginan untuk mencoba suatu produk baru. Gaya hidup merupakan salah
bagian dari faktor kepribadian yang mampu menstimuli perilaku konsumen. Pada dasarnya Gaya hidup mencerminkan perilaku konsumen dan seringkali memiliki hubungan dengan kelas sosial tertentu. Berdasarkan penelusuran terhadap karakteristik responden diketahui bahwa sebagian besar responden berusia antara 20 sampai dengan 30 tahun (67%) dengan status sudah menikah (45%),berpendidikan SMA/sederajat (60%),pekerjaan sebagai pegawai swasta (42%) dan bertujuan membeli emas putih sebagai perhiasan (65%). Berdasarkan penghitungan statistik ditemukan bahwa terdapat pengaruh gaya hidup terhadap perilaku pembelian konsumen produk perhiasan emas putih . Hal ini ditunjukkan dengan angka sebesar 6.703 signifikan pada alpha sebesar 0,05%.. Hasil ini berarti H0 ditolak yang mengandung makna bahwa terdapat hubungan secara linear antara gaya hidup terhadap pembelian konsumen. Dengan demikian hasil penelitian ini mendukung teori bahwa gaya hidup merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Cara konsumen menghabiskan waktu luang merupakan faktor yang menyebabkan konsumen melakukan pembelian perhiasan emas putih, 51% responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap pernyataan tersebut. Minat konsumen terhadap sesuatu yang dianggap penting disekitar lingkungan merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (62%). Pandangan- pandangan konsumen baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (70%). Tahap-tahap yang telah dilalui dalam kehidupan (life cycle) merupakan faktor yang menyebabkan kosumen membeli perhiasan emas putih (72%). Penghasilan yang konsumen peroleh selama bekerja merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (83%). Pendidikan konsumen merupakan faktor yang menyebabkan konsumen membeli perhiasan emas putih (67%). Lokasi tempat konsumen tinggal merupakan faktor yang menyebabkan konsumen membeli perhiasan emas putih (62%) Gaya hidup erat hubungannya dengan kelas sosial tertentu dan karakteristik produk tertentu pula. Jenis produk tertentu seperti perhiasan emas putih bahkan memiliki daya tarik tertentu yang menyebabkan konsumen mengembangkan pertimbangan lain selain harga dalam mendorong pembeliannya. Karakteristik produk terdiri dari beberapa hal seperti Kompatibilitas adalah sejauhmana suatu produk konsisten dengan afeksi,kognisi, dan perilaku konsumen saat ini.misalnya, jika kondisi-kondisi lainnya dianggap sama, jika suatu produk ternyata tidak membutuhkan perubahan penting pada nilai-nilai dan kepercayaan konsumen atau pada perilaku pembelian dan penggunaan konsumen maka konsumen tersebut akan lebih cenderung mencoba produk tersebut ketimbang produk lainnya. Untuk produk perhiasan emas putih yang sedang menjadi tren di masyarakat khusunya kaum perempuan,keputusan pembelian tidak terkait dengan adanya kepercyaan akan nilai-nilai tertentu. Pemakaiannya identik dengan jenis perhiasan lain seperti berlian,emas kuning dan perak. Sehingga pertimbangan pembelian lebih kepada trend yang berlaku dan keamanan penggunaan yang lebih dibandingkan dengan jenis perhiasan lain. Kemampuan untuk uji coba menjelaskan sejauh mana suatu produk dapat dicoba dalam jumlah yang terbatas, atau dipilah ke dalam jumlah-jumlah yang kecil jika untuk melakukan uji coba ternyata membutuhkan biaya yang tinggi.misalnya, jika kondisi lainnya dianggap sama, jika suatu produk memungkinkan dilakukannya uji coba tanpa harus membeli atau uji coba pembelian dengan jumlah terbatas, cenderung lebih mempengaruhi konsumen untuk mencoba. Berdasarkan observasi kondisi ini tidak berlaku untuk jenis perhiasan ini. Permintaan perhiasan akan muncul jika didukung oleh kemampuan dan kemauan untuk melakukan pembelian (Product-market). Dengan demikian kemampuan uji coba tidak sesuai dengan karakteristik produk ini. Kemampuan untuk diteliti mengacu pada sejauh mana produk atau dampak yang dihasilkan produk tersebut dapat dirasakan oleh konsumen lain. Produk baru yang dikenal masyarakat dan sering didiskusikan cenderung diadopsi lebih cepat. Perhiasan emas putih pada awalnya merupakan campuran untuk emas kuning,terutama untuk perhiasan sehari-hari yang memberikan kesan tidak glamour,sederhana namun elegan bagi pemakainya. Permintaan emas putih setiap tahunnya cenderung meningkat,bahkan menjadi perhiasan yang banyak diminati setelah berlian. Kecepatan adalah seberapa cepat manfaat suatu produk dipahami oleh konsumen. karena sebagian konsumen masih berorientasi pada kepuasan yang dengan cepat dirasakan ketimbang yang ditunda, produk yang dapat memberikan manfaat lebih cepat cenderung berkemungkinan lebih tinggi untuk paling tidak dicoba oleh konsumen. Selanjutnya kesederhanaan yaitu sejauh mana suatu produk perhiasan emas putih mudah dimengerti dan digunakan konsumen.misalnya jika kondisi lainnya dianggap sama, sebuah produk yang pada saat merakitnya tidak membutuhkan upaya yang rumit serta pelatihan konsumen yang mendalam cenderung lebih berpeluang untuk dicoba.
Manfaat relative adalah sejauh mana suatu produk memiliki keunggulan bersaing yang bertahan atas kelas produk, bentuk produk, dan merek lainnya. Persaingan di kelas perhiasan cukup tinggi karena perhiasan terkait erat dengan selera. Ditambah lagi Simbolisme produk ( makna suatu produk atau merek bagi konsumen) dan bagaimanakah pengalaman konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Keseluruhan karakteristik tersebut mengakibatkan strategi pemasaran, kualitas strategi pemasaran yang digunakan juga memiliki peran apakah pemasaran produk perhiasan emas putih itu berhasil dan berkemampulabaan.

KESIMPULAN
 Perilaku konsumen akan ditunjukkan dengan sejauh mana mereka melalui tahap-tahap keputusan pembelian dan didorong oleh beberapa faktor untuk sampai pada keputusan pembelian sebuah produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pembelian . Hal ini mengandung implikasi bahwa karakteristik produk seperti perhiasan emas putih sangat dipengaruhi gaya hidup , dimana simbolisme produk menjadi kekuatan dari produk yang menyebabkan produk ini banyak disenangi oleh konsumen terutama kaum perempuan. Terkait dengan hal tersebut,maka diperlukan strategi pemasaran yang berkualitas untuk memastikan produk perhiasan menyentuh sisi kepribadian dan psikologis konsumen untuk dapat berkemampulabaan.Temuan ini bisa berbeda untuk karakteritik produk yang lain,oleh karena itu diperlukan lebih banyak penelitian yang terkait dengan gaya hidup, seperti menentukan segmentasi konsumen yang didasarkan pada gaya hidup.


SUMBER : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193562&val=6507&title=Analisa%20Credibility%20Celebrity%20Endorser%20Model%20:%20Sikap%20Audience%20terhadap%20Iklan%20dan%20Merek%20Serta%20Pengaruhnya%20Pada%20Minat%20Beli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar