Kamis, 26 Maret 2015

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KFC

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KFC


Oleh:
Muhammad Fachri
Npm: 14212919
kls: 3ea04
Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen
Universitas Gunadarma Depok
email: codot16@gmail.com


                                                                      ABSTRAK
           Fenomena yang berkembang di masyarakat yaitu adanya kecenderungan terjadinya perubahan gaya hidup, akibat dari ekspansi industri makanan yang berkembang kedalam bentuk restoran siap saji. Persaingan antara perusahaan penghasil produk makanan cepat saji saat ini juga sangat kompetitif. Cara memenangkan persaingan tersebut adalah restoran harus berusaha untuk dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga konsumen memutuskan melakukan pembelian produk mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kulitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian makanan siap saji KFC di MARGONDA Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang melakukan pembelian di KFC MARGONDA Depok. Sampel diambil dari para konsumen KFC yang berdomisili di Universitas Gunadarma. Hasil penelitian menunjukkan kualitas produk dan citra merek signifikan terhadap pengambilan keputusan konsumen yang membeli di KFC Margonda Depok. Manajemen KFC Margonda sebaiknya mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dan citra merek sehingga pembelian konsumen lebih meningkat lagi.



PENDAHULUAN
Persaingan dunia bisnis khususnya dibidang industri makanan menuntut berbagai macam usaha untuk lebih kreatif dan inovasi dalam mengembangkan produknya agar dapat bertahan di dunia bisnis. Terlebih lagi di dalam globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, perusahaan di tuntut untuk bersaing secara cermat dan cepat tanggap didalam melihat peluang, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik itu perusahaan dalam posisi pemimpin pasar maupun pengikutnya. Maka dari itu persiapan dari bentuk, terutama dalam segi teknis kualitas produk, harus diperhatikan dengan seksama sehingga persaingan yang semakin ketat tersebut, setiap usaha perlu meningkatkan kekuatan yang ada dalam perusahaannya dengan cara memunculkan perbedaan atau keunikan yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan pesaing untuk dapat menarik peminat konsumen.

Industri makanan di Indonesia semakin berkembang dan semakin beraneka ragam. Banyak jenis maknan yang di tawarkan oleh produsen bisnis makanan untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, mulai dari makanan cepat saji KFC. Perusahaan sejenis lain yang telah berdiri, Merek ini mencakup worldwide untuk jangkauan pasar dan hingga kini masih tegak berdiri dengan jenis produk yang di tawarkan: ayam goreng, soup, twister, burger, kentang goreng, jus lemon. Rasa yang membedakan ayam ini dengan para pesaing lainya membuat konsumen ingin membelinya.

Sebelum konsumen menentukan produk mana yang akan dikonsumsikan terlebih dahulu biasanya mereka memandingkan produk yang satu dengan produk lain yang sejenis. Menurut Aeker (1997:127) terkait dengan keputusan-keputusan pembelian, maka kualitas mampu mengefektifkan semua elemen program pemasaran. Hal ini diperkuat oleh ries (2000:51) yang mengatakan bahwa “kualitas produk akan menjadi pertimbangan penting bagi pembelian”. Wendy Van Rijswijk dalam jurnal penelitian menyatakan bahwa kualitas produk makanan yang baik meliputi rasa,bentuk,aroma, tingkat kematangan dan sebagainya, yang akan menjadi pertimbangan konsumen dalam mengevaluasi produk kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.

Tujuan penelitian

1. Mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusuan pembelian makanan siap     saji KFC.
2. Mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian makanan siap saji KFC.
3. Mengetahui pengaruh kualitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian     makanan siap saji KFC.




LANDASAN TEORI


Manajemen Pemasaran
Definisi pemasaran menurut Rismiati dan Suratno (2003:3) adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan seseorang atau kelompok lain. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan kelompok lain (Kotler 2005:6).

Pengertian Produk
Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong, (2001:346)  adalah  segala sesuatu  yang  dapat  ditawarkan  kepasar  untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Kualitas Produk
Salah satu keunggulan dalam persaingan ini terutama adalah kualitas produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Bila tidak sesuai dengan spesifikasi maka produk akan ditolak. Sekalipun produk tersebut masih dalam batas toleransi yang telah ditentukan maka produk tersebut sebaiknya perlu menjadi catatan untuk menghindari terjadinya kesalahan yang lebih besar diwaktu yang akan datang. Demikian juga konsumen dalam dalam membeli suatu produk konsumen selalu berharap agar barang yang dibelinya dapat memuaskan segala keinginan dan kebutuhannya. Kotler dan Armstrong (2008:347) menyatakan bahwa “Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya yang meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan, operasi dan perbaikan serta atribut lainnya”. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-fungsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik.

Pengertian Merek
Merek menurut Asosiasi Pemasaran Amerika adalah suatu nama, istilah, tanda, simbol, atau rancanga, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengindentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjuak dan untuk mengindeferensikannya dari produk atau jasa lain yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama (Kotler dan Keller, 2007 dalam jurnal Sundjoto dan Agus, 2012).
Citra Merek
Menurut Keller (dalam Jurnal Rizan, Basrah, dan Yuni, 2012), citra merek adalah tentang merek yang direflesikan konsumen yang berpegang pada ingatan konsumem. Sedangkan menurut Kotler (2006:266), citra merek adalah penglihatan dan kepercayaan yang terpendam di benak konsumen, sebgai cerminan asosiasi yang tertahan di ingatan konsumen. Kemudian menurut Aeker, mengatakan bahwa citra merek merupakan sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat di benak konsumen. Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa citra merek merupakan kumpulan presepsi konsumen daalam sebuah produk yang di rangkai dari ingatan-ingatan konsumen terhadap merek tersebut.
Keputusan Pembelian
 Keputusan pembelian adalah beberapa tahapan yang dilakukan oleh konsumen sebelum melakukan keputusan membeli suatu produk (Kotler dan Keller 2007:223).

 Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian ini adalah :
H1 : Terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada produk  KFC.
H2 : Terdapat pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian pada produk KFC.
H3 : Terdapat pengaruh kualitas produk, Citra merek terhadap keputusan pembelian KFC.

 METODE PENELITIAN

Teknik Pengambilan Sampel
Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. Anggota populasi dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i Universitas Gunadarma di kampus Kelapa Dua Depok.
Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yang berarti teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk di pilih menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang artinya teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (sugiyono, 2008), sehingga pada penelitian ini melibatkan 100 responden mahasiswa/i Universitas Gunadarma kampus Kelapa Dua Depok.

Definisi Operasional Variable
Dalam penelitian ini ada dua variable yang akan dianalisa :
Variabel X (variable Independen)
Merupakan variable yang mempengaruhi variabel terikat. Dalam penelitian ini yang menjadi  variabel X yaitu kualitas produk, citra merek, terhadap makanan siap saji KFC
Variabel (Y) (variable dependen)
Merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen (variabel x). dalam penelitian ini yang menjadi variabel Y yaitu Keputusan Pembelian terhadap makanan siap saji KFC. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen. Variabel










Tidak ada komentar:

Posting Komentar