PENGARUH BAURAN PENJUALAN ECERAN (RETAILING MIX) TERHADAP
CITRA DEPARTMENT STORE (STUDI PADA RAMAYANA DEPARTMENT STORE KOTA JAMBI)
Latar Belakang
Perkembangan department store
sebagai salah satu bentuk usaha retail di Indonesia semakin marak. Tuntutan
kebutuhan akan tempat belanja dengan ragam produk yang bervariasi, suasana
belanja yang nyaman, kemudahan dalam menemukan produk, menjadi penyebab bertambahnya
jumlah department store. Selain itu, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih
membutuhkan kemudahan untuk belanja menjadi penyebab menjamurnya bisnis retail
di Indonesia. Situasi persaingan usaha retail di Indonesia semakin ketat.
Ketatnya persaingan ini ditandai oleh banyaknya berdiri mini market, swalayan
dan department store baru, semakin lengkap produk yang ditawarkannya, kualitas
produk semakin diperhatikan, peningkatan pelayanan, perancangan/penataan
ruangan, kelengkapan dan kualitas fasilitas pendukung, serta semakin gencarnya
promosi. Department store merupakan suatu sarana berbelanja dengan tawaran
berbagai jenis produk dari berbagai produsen untuk memenuhi kebutuhan dan
kinginan konsumen.
Banyaknya ragam produk maupun merek yang
dijual di department store, membuat pelanggan menjadi bingung dalam menentukan
pilihan akhir. Oleh karena itu, peran bauran penjualan eceran menjadi semakin
penting. Perkembangan bisnis di Kota Jambi beberapa tahun terakhir, termasuk
dalam bidang perdagangan ritel berkembang sangat pesat. Banyak pusat-pusat
perbelanjaan mulai dari yang berskala kecil sampai yang besar sekelas
department store berlomba didirikan dan dioperasikan semaksimal mungkin oleh
pemiliknya. Diantara pusat perbelanjaan yang besar tersebut antara lain
Mandala, Abadi, Matahari, Mall Kapuk, Victory, Trona , Meranti dan Ramayana.
Tujuan
Penelitian
1. Untuk menganalisis pengaruh
unsur bauran penjualan yang meliputi merchandise, harga, lokasi, promosi,
fasilitas fisik, personil/ wiraniaga terhadap citra Department Store Kota
Jambi.
2.
Untuk menganalisis variabel yang dominan berpengaruh terhadap citra Ramayana
Department Store Kota Jambi.
LANDASAN
TEORITIS
Fungsi
Perdagangan Eceran Fungsi perdagangan eceran menurut Davidon at al (1988:4),
antara lain :
1) Menyediakan produk atau jasa
yang diantisipasi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
2) Menawarkan produk dan jasa untuk konsumsi
individu atau keluarga.
3)
Memperoleh nilai pertukaran melalui penanganan transaksi yang efisien, penanganan
lokasi, menyediakan waktu pembelian yang menyenangkan, dan informasi yang
berguna untuk membuat keputusan serta harga yang bersaing.
Pengertian Bauran Penjualan
Eceran Berman at al (1998:92) menyatakan bahwa, bauran penjualan eceran adalah
kegiatan yang terdiri dari lokasi toko, prosedur operasi barang dan jasa yang
ditawarkan, harga, suasana toko, pelayanan dan promosi. Berkowitz (1989:420)
menyatakan bahwa bauran penjualan eceran adalah kegiatan yang terdiri dari :
Jurnal Manajemen Pemasaran Modern
Vol. 1 No.1 Januari-Juni 2009 ISSN 2085-0972
E-mail: jurnalmpmfeunja@gmail.com
http://jurnalmpmfeunja.wordpress.com 9
1) Produk dan pelayanan.
2) Taktik komunikasi.
3) Distribusi fisik.
Unsur-unsur Bauran Penjualan
Eceran
Barang Dagangan (Produk) Afiff,
(1994:96), mengungkapkan bahwa penyedian barang dagangan (produk) yang dijual
(merchandising) dalam bisnis ritel merupakan salah satu faktor yang sangat
penitng. Produk merupakan elemen sangat penting dari suatu program pemasaran,
karena kebijakan harga, komunikasi dan distribusi tidak terlepas bahkan harus
sesuai dengan kebijakan mengenai produk. Produk didefinsikan sebagai atribut
fisik, jasa dan simbolis yang memberi manfaat atau kepuasan kepada pemakai atau
pembeli.
Harga
Menurut Kotler (2000:93), “ harga
adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pembeli untuk mendapatkan produk
tertentu”. Harga ini diungkapkan dengan berbagai istilah seperti tarif, iuran,
sewa dan sebagainya
Lokasi
Menentukan lokasi binsis ritel
tidak mudah, karena membutuhkan pertimbangan yang teliti dan informasi yang
benar, agar dapat memproyeksikan keadaan lingkungan pada masa yang akan datang
apabila perusahaan melakukan ekspansi usaha. Tujuan dari penentuan lokasi yang
tepat bagi perusahaan agar dapat beroperasi dengan efisien dan dapat mencapai
sasaran yang telah ditetapkan. Dalam memilih lokasi, perusahaan harus
memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya, kecepatan waktu, kemudahan
sarana yang diperlukan dan sesuai dengan peraturan pemerintah.
Promosi
Promosi adalah semua bentuk
komunikasi yang berupaya mempengaruhi perilaku pembelian pada kosumen
potensial, dengan tujuan untuk menjelaskan kepada konsumen tentang menfaat dan
nilai yang melekat pada suatu produk. Tjiptono (1999:219), mengungkapkan bahwa
: promosi merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk
yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Fasilitas
fisik Persepsi pelanggan terhadap suatu toko atau departmentt store dipengaruhi
oleh suasana yang dibentuk oleh penataan ruang fasilitas toko, oleh karenanya,
keadaan lingkungan toko merupakan aspek yang sangat penting. Beberapa unsur
yang perlu mendapat perhatian dalam hal ini, menurut Mudie at al dalam Tjiptono
(1996:25), antara lain :
1) Perencanaan spesial terhadap
respon yang diharapkan dari pelanggan
2) Perencanaan ruangan
3) Perlengkapan atau perabotan yang digunakan.
4) Tata cahaya.
5) Warna
Pelayanan Engel (1995:266)
mengungkapkan bahwa pelayanan dan kepuasan setelah transaksi merupakan suatu
hal yang penting bagi peritel untuk mempertahankan pelanggan yang ada sekarang.
Sehingga secara ekonomis, paritel yang sukses melaksanakan program pelayanan
yang ditujukan untuk memuaskan pelanggan yang ada sekarang daripada
menghabiskan dananya untuk memperoleh pelanggan baru.
Personalia/Wiraniaga Zeithaml at
al (1996:26), mengungkapkan bahwa elemen manusia termasuk orang-orang yang
terlibat langsung dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan, merupakan
salah satu faktor yang berperan penting bagi semua organisasi.
Pengertian Citra Brand Barry at
al (1988:28), mengungkapkan bahwa In service the company name is the brand name.
Aaker (1991:7) mendefinisikan brand adalah a distinguishing name/or symbol
(such as a log, trade mark, or package design) intended to identify the goods
or services of either one seller or a group of seller, and to differentiate
those goods or services from those competitor.
Hipotesis
Berdasarkan uraian di atas dapat
dikemukakan hipotesis sebagai berikut :
1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara
bauran penjualan eceran (retailing mix) terhadap citra Ramayana departmentt
store Kota Jambi.
2. Bauran penjualan eceran yang dominan
berpengaruh terhadap citra Ramayana Department Store adalah variabel lokasi.
Metode
Penelitian
Desain
Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan
adalah deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriftif bertujuan mendeskripsikan
bauran penjualan eceran (retailing mix) pada Ramayana departmentt store Kota
Jambi, serta citra Ramayana department store Kota Jambi. Sedangkan penelitian
verifikatif bertujuan menguji pengaruh bauran penjualan eceran (retailing mix)
terhadap citra Ramayana department store Kota Jambi. Metode penelitian yang
digunakan adalah survey deskriftif dan survey eksplanatory. Unit analisis dalam
penelitian ini adalah konsumen Ramayana departmentt store Kota Jambi, berukuran
100 responden.
Jenis
dan Sumber Data
Adapun jenis data yang diperlukan dalam
penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sedangkan sumber
data yaitu data primer data skunder.
Teknik
Penarikan Sampel
Populasi adalah Keseluruhan
subjek penelitian (Arikunto, 1993:102). Dari pendapat tersebut, maka yang
menjadi populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Ramayana department store
Kota Jambi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen
Ramayana Department Store Kota Jambi selama periode April hingga September
2007, yang berjumlah 16.859 orang. Mengingat besarnya jumlah populasi, maka
peneliti mengambil sampel sebagai responden. Adapun sampel dalam penelitian ini
adalah sejumlah 100 orang.
Hasil
Penelitian
Uji
Validitas
Dari hasil pengujian validitas yang
dilakukan dengan koefisien Guilford, dengan menggunakan program SPSS, diperoleh
hasil bahwa semua item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini
dinyatakan valid karena semua item mempunyai korelasi positif dengan kriterium
(skor total) atau semua item pernyataan menghasilkan nilai r diatas 0,4, dan
semua item menujukkan arah yang positif, sehingga dapat diambil kesimpulan
bahwa semua item pernyataan dalam penelitian ini valid.
Uji
Realibilitas
Uji realibilitas yang dilakukan dengan
korelasi Spearman Brown dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil bahwa
semua item pernyataan dinyatakan reliable, karena dari perhitungan diperoleh
hasil nilai r.i > 0. Dari hasil yang diperoleh dapat dilihat bahwa semua
nilai r.i menunjukkan angka di atas 0. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua item
pernyataan dalam penelitian inti dapat dikatakan reliable.
Pembobotan
Nilai
Karena tingkat pengukuran skala dari kuesioner
adalah ordinal, maka agar dapat diolah lebih lanjut harus diubah terlebih
dahulu menjadi skala interval dengan menggunakan Method of Succesive Iternal
(MSI). Setelah dilakukan transformasi, maka diperoleh hasil nilai interval.
Analisis
Regresi Berganda
Untuk menguji pengaruh bauran
penjualan eceran terhadap citra Ramayana Department Store Kota Jambi, digunakan
regresi berganda, juga untuk menguji hipotesis yang telah diungkapkan dalam bab
sebelumnya. Dimana X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 =
Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7 = Wiraniaga, dan Y = Citra Ramayana
Department Store Kota Jambi. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda yang
dilakukan dengan program SPSS, diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,610.
Hal ini berarti bahwa variable terikat atau dependen yaitu citra Ramayana
Department Store Kota Jambi (Y) dipengaruhi sebesar 61,0 % oleh variable bebas
atau
independent yaitu : X1 = Produk,
X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 = Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7
= Wiraniaga, sedangkan sisanya sebesar 39,0 % dipengaruhi oleh variable lain di
luar 7 variabel di atas yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Uji
Signifikansi Secara Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk menguji
apakah variable independent secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi
variable dependen atau variable terikat. Jika nilai F hitung lebih besar dari F
Tabel, maka dapat disimpulkan bahwa variable independent (X) yang terdiri dari
X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 = Fasilitas fisik, X6 =
Pelayanan, X7 = Wiraniaga, berpengaruh signifikan terhadap variable dependen (Y)
yaitu citra Ramayana Department Store Kota Jambi. Berdasarkan hasil analisis
yang diketahui bahwa nilai F hitung menunjukkan nilai sebesar 20,577
(signifikansi F=0.000), Sedangkan F Tabel diperoleh nilai sebesar 2.10. Jadi F
hitung lebih besar dari F Tabel (20,577 > 2.10) atau sig F kecil dari 5%
(0.000<0.05). Hal ini dapat diartikan bahwa secara simultan atau
bersama-sama variable X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 =
Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7 = Wiraniaga, berpengaruh secara signifikan
terhadap variable citra Ramayana Department Store Kota Jambi (Y).
KESIMPULAN
1.
Tanggapan konsumen terhadap bauran penjualan eceran pada Ramayana Departement
Store Kota Jambi sudah baik, ini dilihat dari rata-rata nilai jawaban responden
menunjukkan angka 5,54.
2.
Tanggapan konsumen terhadap citra Ramayana Departement Store sudah baik, ini
dilihat dari rata-rata nilai jawaban responden menujukkan angka 5,47.
3.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa bauran penjualan eceran secara
bersamasama atau simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap citra Ramayana
Department Store.
4.
Secara parsial, semua variabel bauran penjualan eceran pada Ramayana Dept.
Store yang berjumlah 7 variabel yaitu produk, harga, lokasi, promosi,
fasilitas, pelayanan dan wiraniaga berpengaruh positif terhadap citra Ramayana
Department Store.
5. Diketahui bahwa variabel ke tiga bauran
penjualan eceran yaitu variabel lokasi, merupakan variabel yang paling dominan
dalam mempengaruhi citra Ramayana Department Store Kota Jambi dengan koefisien
regresi (b) sebesar 0,214.
SUMBER :
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193562&val=6507&title=Analisa%20Credibility%20Celebrity%20Endorser%20Model%20:%20Sikap%20Audience%20terhadap%20Iklan%20dan%20Merek%20Serta%20Pengaruhnya%20Pada%20Minat%20Beli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar