Kamis, 26 Maret 2015

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KFC

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KFC


Oleh:
Muhammad Fachri
Npm: 14212919
kls: 3ea04
Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen
Universitas Gunadarma Depok
email: codot16@gmail.com


                                                                      ABSTRAK
           Fenomena yang berkembang di masyarakat yaitu adanya kecenderungan terjadinya perubahan gaya hidup, akibat dari ekspansi industri makanan yang berkembang kedalam bentuk restoran siap saji. Persaingan antara perusahaan penghasil produk makanan cepat saji saat ini juga sangat kompetitif. Cara memenangkan persaingan tersebut adalah restoran harus berusaha untuk dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga konsumen memutuskan melakukan pembelian produk mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kulitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian makanan siap saji KFC di MARGONDA Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang melakukan pembelian di KFC MARGONDA Depok. Sampel diambil dari para konsumen KFC yang berdomisili di Universitas Gunadarma. Hasil penelitian menunjukkan kualitas produk dan citra merek signifikan terhadap pengambilan keputusan konsumen yang membeli di KFC Margonda Depok. Manajemen KFC Margonda sebaiknya mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dan citra merek sehingga pembelian konsumen lebih meningkat lagi.



PENDAHULUAN
Persaingan dunia bisnis khususnya dibidang industri makanan menuntut berbagai macam usaha untuk lebih kreatif dan inovasi dalam mengembangkan produknya agar dapat bertahan di dunia bisnis. Terlebih lagi di dalam globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, perusahaan di tuntut untuk bersaing secara cermat dan cepat tanggap didalam melihat peluang, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik itu perusahaan dalam posisi pemimpin pasar maupun pengikutnya. Maka dari itu persiapan dari bentuk, terutama dalam segi teknis kualitas produk, harus diperhatikan dengan seksama sehingga persaingan yang semakin ketat tersebut, setiap usaha perlu meningkatkan kekuatan yang ada dalam perusahaannya dengan cara memunculkan perbedaan atau keunikan yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan pesaing untuk dapat menarik peminat konsumen.

Industri makanan di Indonesia semakin berkembang dan semakin beraneka ragam. Banyak jenis maknan yang di tawarkan oleh produsen bisnis makanan untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, mulai dari makanan cepat saji KFC. Perusahaan sejenis lain yang telah berdiri, Merek ini mencakup worldwide untuk jangkauan pasar dan hingga kini masih tegak berdiri dengan jenis produk yang di tawarkan: ayam goreng, soup, twister, burger, kentang goreng, jus lemon. Rasa yang membedakan ayam ini dengan para pesaing lainya membuat konsumen ingin membelinya.

Sebelum konsumen menentukan produk mana yang akan dikonsumsikan terlebih dahulu biasanya mereka memandingkan produk yang satu dengan produk lain yang sejenis. Menurut Aeker (1997:127) terkait dengan keputusan-keputusan pembelian, maka kualitas mampu mengefektifkan semua elemen program pemasaran. Hal ini diperkuat oleh ries (2000:51) yang mengatakan bahwa “kualitas produk akan menjadi pertimbangan penting bagi pembelian”. Wendy Van Rijswijk dalam jurnal penelitian menyatakan bahwa kualitas produk makanan yang baik meliputi rasa,bentuk,aroma, tingkat kematangan dan sebagainya, yang akan menjadi pertimbangan konsumen dalam mengevaluasi produk kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.

Tujuan penelitian

1. Mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusuan pembelian makanan siap     saji KFC.
2. Mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian makanan siap saji KFC.
3. Mengetahui pengaruh kualitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian     makanan siap saji KFC.




LANDASAN TEORI


Manajemen Pemasaran
Definisi pemasaran menurut Rismiati dan Suratno (2003:3) adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan seseorang atau kelompok lain. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan kelompok lain (Kotler 2005:6).

Pengertian Produk
Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong, (2001:346)  adalah  segala sesuatu  yang  dapat  ditawarkan  kepasar  untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Kualitas Produk
Salah satu keunggulan dalam persaingan ini terutama adalah kualitas produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Bila tidak sesuai dengan spesifikasi maka produk akan ditolak. Sekalipun produk tersebut masih dalam batas toleransi yang telah ditentukan maka produk tersebut sebaiknya perlu menjadi catatan untuk menghindari terjadinya kesalahan yang lebih besar diwaktu yang akan datang. Demikian juga konsumen dalam dalam membeli suatu produk konsumen selalu berharap agar barang yang dibelinya dapat memuaskan segala keinginan dan kebutuhannya. Kotler dan Armstrong (2008:347) menyatakan bahwa “Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya yang meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan, operasi dan perbaikan serta atribut lainnya”. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-fungsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik.

Pengertian Merek
Merek menurut Asosiasi Pemasaran Amerika adalah suatu nama, istilah, tanda, simbol, atau rancanga, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengindentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjuak dan untuk mengindeferensikannya dari produk atau jasa lain yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama (Kotler dan Keller, 2007 dalam jurnal Sundjoto dan Agus, 2012).
Citra Merek
Menurut Keller (dalam Jurnal Rizan, Basrah, dan Yuni, 2012), citra merek adalah tentang merek yang direflesikan konsumen yang berpegang pada ingatan konsumem. Sedangkan menurut Kotler (2006:266), citra merek adalah penglihatan dan kepercayaan yang terpendam di benak konsumen, sebgai cerminan asosiasi yang tertahan di ingatan konsumen. Kemudian menurut Aeker, mengatakan bahwa citra merek merupakan sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat di benak konsumen. Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa citra merek merupakan kumpulan presepsi konsumen daalam sebuah produk yang di rangkai dari ingatan-ingatan konsumen terhadap merek tersebut.
Keputusan Pembelian
 Keputusan pembelian adalah beberapa tahapan yang dilakukan oleh konsumen sebelum melakukan keputusan membeli suatu produk (Kotler dan Keller 2007:223).

 Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian ini adalah :
H1 : Terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada produk  KFC.
H2 : Terdapat pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian pada produk KFC.
H3 : Terdapat pengaruh kualitas produk, Citra merek terhadap keputusan pembelian KFC.

 METODE PENELITIAN

Teknik Pengambilan Sampel
Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. Anggota populasi dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i Universitas Gunadarma di kampus Kelapa Dua Depok.
Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yang berarti teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk di pilih menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang artinya teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (sugiyono, 2008), sehingga pada penelitian ini melibatkan 100 responden mahasiswa/i Universitas Gunadarma kampus Kelapa Dua Depok.

Definisi Operasional Variable
Dalam penelitian ini ada dua variable yang akan dianalisa :
Variabel X (variable Independen)
Merupakan variable yang mempengaruhi variabel terikat. Dalam penelitian ini yang menjadi  variabel X yaitu kualitas produk, citra merek, terhadap makanan siap saji KFC
Variabel (Y) (variable dependen)
Merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen (variabel x). dalam penelitian ini yang menjadi variabel Y yaitu Keputusan Pembelian terhadap makanan siap saji KFC. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen. Variabel










Kamis, 19 Maret 2015

Tugas Softskill(Review Jurval 2)

GAYA HIDUP DAN PERILAKU PEMBELIAN EMAS PUTIH DI KOTA JAMBI



Latar Belakang

Pemasaran berkembang dengan pesat dan memahami perilaku konsumen menjadi salah satu strategi dalam keberhasilan memasarkan produk. Menghasilkan suatu produk yang diinginkan konsumen akan mengefisienkan kegiatan pemasaran ,melalui pemahaman perilaku konsumen akan diperoleh informasi bagaimana konsumen mengembangkan sejumlah alternatif dalam pembeliannya. Informasi ini akan menjadi fokus kegiatan pemasaran untuk mendesain produk,harga,bauran promosi,distribusi sampai dengan sistem pelayanan sesuai dengan yang diperlihatkan konsumen melalui perilakunya. Menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut bermakna bahwa perilaku konsumen merupakan perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan demikian konsumen akan mengembangkan sejumlah alternatif untuk sampai kepada keputusan membeli atau tidak membeli suatu produk atau jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Gaya hidup merupakan salah satu indikator dari faktor pribadi yang turut berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Jika diartikan gaya hidup merupakan pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang dan menggambarkan bagaimana mereka menghabiskan waktu dan uangnya. Oleh karena itu dalam kaitannya sebagai faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen gaya hidup sering dikaitkan dengan produk dan jasa tertentu yang berhubungan dengan kelas sosial seseorang. Dimana dalam keputusan pembelian harga bukan menjadi pertimbangan utama namun prestise,kenyaman,dan penerimaan lingkungan menjadi pendorong kuat dalam pertimbangan pembelian.

Landasan Teori

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing,using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu menurut Loudon dan Della Bitta (1996) perilaku konsumen adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian
 Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan antar dua variabel. Mengacu pada pendapat Sekaran (1992) maka jenis penelitian ini termasuk pada eksplanatory research. Desain penelitian merupakan cross section studies dengan pertimbangan desain ini relatif sederhana. Metode penelitian adalah survey sampel.
Lokasi Penelitian
 Lokasi penelitian di Kota Jambi dengan pertimbangan sesuai dengan masalah dan tujuan yang hendak dicapai, kemudahan pengumpulan data, faktor efisiensi waktu dan biaya.
Populasi dan Sampel
Unit sampel dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan yang pernah membeli emas putih dan berdomisili di Kota Jambi. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi secara pasti tidak diketahui, oleh karena itu ditetapkan jumalh responden yang menjadi sampel penelitian berjumlah 100 orang.
Definisi Operasional Variabel
1) Gaya hidup (X) yaitu pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Indikator yang digunakan adalah waktu luang (X1.1), minat (X1.2), pandangan-pandangan (X1.3),tahapan dalam kehidupan (X1.4),penghasilan (X1.5),pendidikan (X1.6), dan lokasi tempat tinggal (X1.7).
2). Perilaku Konsumen (Y) yaitu perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Adapun indikator yang digunakan mencari,membeli,menggunakan,alternatif pilihan dan mengabaikan.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen Sebelum dipergunakan kuestioner perlu dilakukan pengujian terhadap validitas dan reliabilitasnya. Masrun (dalam Solimun,2000) menyatakan bahwa bilamana koofisien korelasi antara skor suatu indikator dengan skor total seluruh indikator sama atau lebih besar dari 0,3 (r 0,3), maka instrumen tersebur dianggap valid. Untuk menguji reliabilitas instrumen pengukuran digunakan prosedur Cronbrach’s Alpha. Menurut Malhotra suatu instrumen dianggap sudah cukup reliable bilamana nilai Alpha lebih besar atau sama dengan 0,6. Hasil pengujian menunjukkan nilai koefisien korelasi berada diatas 0,3 yaitu 0,434 sampai dengan 0,824. sementara crobrach alpha menunjukkan nilai sebesar 0,61 sampai dengan 0,65.
Metode Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan :
 1. Transformasi Likert Transformasi likert adalah suatu teknik transformasi untuk mengubah data berskala ordinal menjadi quasi interval. Digunakan untuk mengubah variable- variabel mengenai pandangan-pandangan responden yang berskala ordinal menjadi quasi interval agar memenuhi persyaratan skala data untuk analisis regresi.
 2. Tes Cronbach's Alpha Tes Cronbach's Alpha adalah suatu teknik statistika untuk menilai reliabilitas variabel-variabel penelitian. Digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas variabel mengenai pandangan-pandangan responden tentang gaya hidup dan perilaku konsumen. 3. Analisis Regresi Analisis regresi digunakan untuk menguji pengaruh antara dua variabel yaitu variabel gaya hidup dan perilaku pembelian. Dengan persamaan : Yi =  0 + 1X1 + 2X2 +3X3 + e
PEMBAHASAN
Keseluruhan variabel yang dgunakan untuk menjelaskan gaya hidup,perilaku pembelian dan hubungan antara keduanya setelah dilakukan pengujian dengan cronbrach alpha menunjukkan bahwa keseluruhan reliabel dengan angka sebesar 0,61 dan 0,64, dimana batas suatu variabel dapat dinyatakan reliabel adalah sebesar lebih besar atau sama dengan 0,6 .Dengan demikian keseluruhan variabel dapat digunakan dalam pengujian lebih lanjut. Sebelum pengujian dengan menggunakan uji statistik transformasi likert dilakukan sehingga data telah masuk ke dalam kategori interval dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian. Tujuan dilakukan pemasaran salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kemungkinan dan frekuensi konsumen melakukan kontak dengan produk, membeli dan menggunakannya dan melakukan pembelian ulang. Produk dan ciri-ciri produk bisa mempengaruhi kognisi (pikiran), afeksi (perasaan) dan perilaku dari konsumen. Ciri-ciri produk dapat dievaluasi oleh konsumen dalam hal kesesuaian dengan tata nilai, kepercayaan dan pengalaman masa lampau mereka. Pemasaran dan informasi lainnya juga mempengaruhi apakah pembelian dan penggunaan suatu produk akan menjanjikan sesuatu yang bermanfaat. Konsumen dalam membeli tidak hanya didasarkan pada ciri-ciri produk akan tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti harga, citra toko, kemasan, nama merek dan identitas merek juga dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan. Dengan demikian terdapat hubungan yang erat perilaku konsumen dengan produk. Dalam menganalisis hubungan konsumen produk harus memperhatikan karakteristik konsumen dan karakteristik produk. Karakteristik konsumen perlu diperhatikan karena konsumen itu beragam dalam keinginan untuk mencoba suatu produk baru. Gaya hidup merupakan salah
bagian dari faktor kepribadian yang mampu menstimuli perilaku konsumen. Pada dasarnya Gaya hidup mencerminkan perilaku konsumen dan seringkali memiliki hubungan dengan kelas sosial tertentu. Berdasarkan penelusuran terhadap karakteristik responden diketahui bahwa sebagian besar responden berusia antara 20 sampai dengan 30 tahun (67%) dengan status sudah menikah (45%),berpendidikan SMA/sederajat (60%),pekerjaan sebagai pegawai swasta (42%) dan bertujuan membeli emas putih sebagai perhiasan (65%). Berdasarkan penghitungan statistik ditemukan bahwa terdapat pengaruh gaya hidup terhadap perilaku pembelian konsumen produk perhiasan emas putih . Hal ini ditunjukkan dengan angka sebesar 6.703 signifikan pada alpha sebesar 0,05%.. Hasil ini berarti H0 ditolak yang mengandung makna bahwa terdapat hubungan secara linear antara gaya hidup terhadap pembelian konsumen. Dengan demikian hasil penelitian ini mendukung teori bahwa gaya hidup merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Cara konsumen menghabiskan waktu luang merupakan faktor yang menyebabkan konsumen melakukan pembelian perhiasan emas putih, 51% responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap pernyataan tersebut. Minat konsumen terhadap sesuatu yang dianggap penting disekitar lingkungan merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (62%). Pandangan- pandangan konsumen baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (70%). Tahap-tahap yang telah dilalui dalam kehidupan (life cycle) merupakan faktor yang menyebabkan kosumen membeli perhiasan emas putih (72%). Penghasilan yang konsumen peroleh selama bekerja merupakan faktor yang menyebabkan mereka membeli perhiasan emas putih (83%). Pendidikan konsumen merupakan faktor yang menyebabkan konsumen membeli perhiasan emas putih (67%). Lokasi tempat konsumen tinggal merupakan faktor yang menyebabkan konsumen membeli perhiasan emas putih (62%) Gaya hidup erat hubungannya dengan kelas sosial tertentu dan karakteristik produk tertentu pula. Jenis produk tertentu seperti perhiasan emas putih bahkan memiliki daya tarik tertentu yang menyebabkan konsumen mengembangkan pertimbangan lain selain harga dalam mendorong pembeliannya. Karakteristik produk terdiri dari beberapa hal seperti Kompatibilitas adalah sejauhmana suatu produk konsisten dengan afeksi,kognisi, dan perilaku konsumen saat ini.misalnya, jika kondisi-kondisi lainnya dianggap sama, jika suatu produk ternyata tidak membutuhkan perubahan penting pada nilai-nilai dan kepercayaan konsumen atau pada perilaku pembelian dan penggunaan konsumen maka konsumen tersebut akan lebih cenderung mencoba produk tersebut ketimbang produk lainnya. Untuk produk perhiasan emas putih yang sedang menjadi tren di masyarakat khusunya kaum perempuan,keputusan pembelian tidak terkait dengan adanya kepercyaan akan nilai-nilai tertentu. Pemakaiannya identik dengan jenis perhiasan lain seperti berlian,emas kuning dan perak. Sehingga pertimbangan pembelian lebih kepada trend yang berlaku dan keamanan penggunaan yang lebih dibandingkan dengan jenis perhiasan lain. Kemampuan untuk uji coba menjelaskan sejauh mana suatu produk dapat dicoba dalam jumlah yang terbatas, atau dipilah ke dalam jumlah-jumlah yang kecil jika untuk melakukan uji coba ternyata membutuhkan biaya yang tinggi.misalnya, jika kondisi lainnya dianggap sama, jika suatu produk memungkinkan dilakukannya uji coba tanpa harus membeli atau uji coba pembelian dengan jumlah terbatas, cenderung lebih mempengaruhi konsumen untuk mencoba. Berdasarkan observasi kondisi ini tidak berlaku untuk jenis perhiasan ini. Permintaan perhiasan akan muncul jika didukung oleh kemampuan dan kemauan untuk melakukan pembelian (Product-market). Dengan demikian kemampuan uji coba tidak sesuai dengan karakteristik produk ini. Kemampuan untuk diteliti mengacu pada sejauh mana produk atau dampak yang dihasilkan produk tersebut dapat dirasakan oleh konsumen lain. Produk baru yang dikenal masyarakat dan sering didiskusikan cenderung diadopsi lebih cepat. Perhiasan emas putih pada awalnya merupakan campuran untuk emas kuning,terutama untuk perhiasan sehari-hari yang memberikan kesan tidak glamour,sederhana namun elegan bagi pemakainya. Permintaan emas putih setiap tahunnya cenderung meningkat,bahkan menjadi perhiasan yang banyak diminati setelah berlian. Kecepatan adalah seberapa cepat manfaat suatu produk dipahami oleh konsumen. karena sebagian konsumen masih berorientasi pada kepuasan yang dengan cepat dirasakan ketimbang yang ditunda, produk yang dapat memberikan manfaat lebih cepat cenderung berkemungkinan lebih tinggi untuk paling tidak dicoba oleh konsumen. Selanjutnya kesederhanaan yaitu sejauh mana suatu produk perhiasan emas putih mudah dimengerti dan digunakan konsumen.misalnya jika kondisi lainnya dianggap sama, sebuah produk yang pada saat merakitnya tidak membutuhkan upaya yang rumit serta pelatihan konsumen yang mendalam cenderung lebih berpeluang untuk dicoba.
Manfaat relative adalah sejauh mana suatu produk memiliki keunggulan bersaing yang bertahan atas kelas produk, bentuk produk, dan merek lainnya. Persaingan di kelas perhiasan cukup tinggi karena perhiasan terkait erat dengan selera. Ditambah lagi Simbolisme produk ( makna suatu produk atau merek bagi konsumen) dan bagaimanakah pengalaman konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Keseluruhan karakteristik tersebut mengakibatkan strategi pemasaran, kualitas strategi pemasaran yang digunakan juga memiliki peran apakah pemasaran produk perhiasan emas putih itu berhasil dan berkemampulabaan.

KESIMPULAN
 Perilaku konsumen akan ditunjukkan dengan sejauh mana mereka melalui tahap-tahap keputusan pembelian dan didorong oleh beberapa faktor untuk sampai pada keputusan pembelian sebuah produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pembelian . Hal ini mengandung implikasi bahwa karakteristik produk seperti perhiasan emas putih sangat dipengaruhi gaya hidup , dimana simbolisme produk menjadi kekuatan dari produk yang menyebabkan produk ini banyak disenangi oleh konsumen terutama kaum perempuan. Terkait dengan hal tersebut,maka diperlukan strategi pemasaran yang berkualitas untuk memastikan produk perhiasan menyentuh sisi kepribadian dan psikologis konsumen untuk dapat berkemampulabaan.Temuan ini bisa berbeda untuk karakteritik produk yang lain,oleh karena itu diperlukan lebih banyak penelitian yang terkait dengan gaya hidup, seperti menentukan segmentasi konsumen yang didasarkan pada gaya hidup.


SUMBER : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193562&val=6507&title=Analisa%20Credibility%20Celebrity%20Endorser%20Model%20:%20Sikap%20Audience%20terhadap%20Iklan%20dan%20Merek%20Serta%20Pengaruhnya%20Pada%20Minat%20Beli

Tugas Softskill (Review Jurnal 1)

PENGARUH BAURAN PENJUALAN ECERAN (RETAILING MIX) TERHADAP CITRA DEPARTMENT STORE (STUDI PADA RAMAYANA DEPARTMENT STORE KOTA JAMBI)




Latar Belakang
Perkembangan department store sebagai salah satu bentuk usaha retail di Indonesia semakin marak. Tuntutan kebutuhan akan tempat belanja dengan ragam produk yang bervariasi, suasana belanja yang nyaman, kemudahan dalam menemukan produk, menjadi penyebab bertambahnya jumlah department store. Selain itu, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih membutuhkan kemudahan untuk belanja menjadi penyebab menjamurnya bisnis retail di Indonesia. Situasi persaingan usaha retail di Indonesia semakin ketat. Ketatnya persaingan ini ditandai oleh banyaknya berdiri mini market, swalayan dan department store baru, semakin lengkap produk yang ditawarkannya, kualitas produk semakin diperhatikan, peningkatan pelayanan, perancangan/penataan ruangan, kelengkapan dan kualitas fasilitas pendukung, serta semakin gencarnya promosi. Department store merupakan suatu sarana berbelanja dengan tawaran berbagai jenis produk dari berbagai produsen untuk memenuhi kebutuhan dan kinginan konsumen.
 Banyaknya ragam produk maupun merek yang dijual di department store, membuat pelanggan menjadi bingung dalam menentukan pilihan akhir. Oleh karena itu, peran bauran penjualan eceran menjadi semakin penting. Perkembangan bisnis di Kota Jambi beberapa tahun terakhir, termasuk dalam bidang perdagangan ritel berkembang sangat pesat. Banyak pusat-pusat perbelanjaan mulai dari yang berskala kecil sampai yang besar sekelas department store berlomba didirikan dan dioperasikan semaksimal mungkin oleh pemiliknya. Diantara pusat perbelanjaan yang besar tersebut antara lain Mandala, Abadi, Matahari, Mall Kapuk, Victory, Trona , Meranti dan Ramayana.




Tujuan Penelitian
1. Untuk menganalisis pengaruh unsur bauran penjualan yang meliputi merchandise, harga, lokasi, promosi, fasilitas fisik, personil/ wiraniaga terhadap citra Department Store Kota Jambi.
2. Untuk menganalisis variabel yang dominan berpengaruh terhadap citra Ramayana Department Store Kota Jambi.

LANDASAN TEORITIS

Fungsi Perdagangan Eceran Fungsi perdagangan eceran menurut Davidon at al (1988:4), antara lain :
1) Menyediakan produk atau jasa yang diantisipasi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
 2) Menawarkan produk dan jasa untuk konsumsi individu atau keluarga.
3) Memperoleh nilai pertukaran melalui penanganan transaksi yang efisien, penanganan lokasi, menyediakan waktu pembelian yang menyenangkan, dan informasi yang berguna untuk membuat keputusan serta harga yang bersaing.
Pengertian Bauran Penjualan Eceran Berman at al (1998:92) menyatakan bahwa, bauran penjualan eceran adalah kegiatan yang terdiri dari lokasi toko, prosedur operasi barang dan jasa yang ditawarkan, harga, suasana toko, pelayanan dan promosi. Berkowitz (1989:420) menyatakan bahwa bauran penjualan eceran adalah kegiatan yang terdiri dari :
Jurnal Manajemen Pemasaran Modern Vol. 1 No.1 Januari-Juni 2009 ISSN 2085-0972
E-mail: jurnalmpmfeunja@gmail.com http://jurnalmpmfeunja.wordpress.com 9
1) Produk dan pelayanan.
2) Taktik komunikasi.
3) Distribusi fisik.
Unsur-unsur Bauran Penjualan Eceran
Barang Dagangan (Produk) Afiff, (1994:96), mengungkapkan bahwa penyedian barang dagangan (produk) yang dijual (merchandising) dalam bisnis ritel merupakan salah satu faktor yang sangat penitng. Produk merupakan elemen sangat penting dari suatu program pemasaran, karena kebijakan harga, komunikasi dan distribusi tidak terlepas bahkan harus sesuai dengan kebijakan mengenai produk. Produk didefinsikan sebagai atribut fisik, jasa dan simbolis yang memberi manfaat atau kepuasan kepada pemakai atau pembeli.



Harga
Menurut Kotler (2000:93), “ harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pembeli untuk mendapatkan produk tertentu”. Harga ini diungkapkan dengan berbagai istilah seperti tarif, iuran, sewa dan sebagainya


Lokasi
Menentukan lokasi binsis ritel tidak mudah, karena membutuhkan pertimbangan yang teliti dan informasi yang benar, agar dapat memproyeksikan keadaan lingkungan pada masa yang akan datang apabila perusahaan melakukan ekspansi usaha. Tujuan dari penentuan lokasi yang tepat bagi perusahaan agar dapat beroperasi dengan efisien dan dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam memilih lokasi, perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya, kecepatan waktu, kemudahan sarana yang diperlukan dan sesuai dengan peraturan pemerintah.


Promosi
Promosi adalah semua bentuk komunikasi yang berupaya mempengaruhi perilaku pembelian pada kosumen potensial, dengan tujuan untuk menjelaskan kepada konsumen tentang menfaat dan nilai yang melekat pada suatu produk. Tjiptono (1999:219), mengungkapkan bahwa : promosi merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Fasilitas fisik Persepsi pelanggan terhadap suatu toko atau departmentt store dipengaruhi oleh suasana yang dibentuk oleh penataan ruang fasilitas toko, oleh karenanya, keadaan lingkungan toko merupakan aspek yang sangat penting. Beberapa unsur yang perlu mendapat perhatian dalam hal ini, menurut Mudie at al dalam Tjiptono (1996:25), antara lain :

1) Perencanaan spesial terhadap respon yang diharapkan dari pelanggan
2) Perencanaan ruangan
 3) Perlengkapan atau perabotan yang digunakan.
 4) Tata cahaya.
5) Warna
Pelayanan Engel (1995:266) mengungkapkan bahwa pelayanan dan kepuasan setelah transaksi merupakan suatu hal yang penting bagi peritel untuk mempertahankan pelanggan yang ada sekarang. Sehingga secara ekonomis, paritel yang sukses melaksanakan program pelayanan yang ditujukan untuk memuaskan pelanggan yang ada sekarang daripada menghabiskan dananya untuk memperoleh pelanggan baru.
Personalia/Wiraniaga Zeithaml at al (1996:26), mengungkapkan bahwa elemen manusia termasuk orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan, merupakan salah satu faktor yang berperan penting bagi semua organisasi.
Pengertian Citra Brand Barry at al (1988:28), mengungkapkan bahwa In service the company name is the brand name. Aaker (1991:7) mendefinisikan brand adalah a distinguishing name/or symbol (such as a log, trade mark, or package design) intended to identify the goods or services of either one seller or a group of seller, and to differentiate those goods or services from those competitor.
Hipotesis
Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut :
 1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara bauran penjualan eceran (retailing mix) terhadap citra Ramayana departmentt store Kota Jambi.
 2. Bauran penjualan eceran yang dominan berpengaruh terhadap citra Ramayana Department Store adalah variabel lokasi.
Metode Penelitian

Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriftif bertujuan mendeskripsikan bauran penjualan eceran (retailing mix) pada Ramayana departmentt store Kota Jambi, serta citra Ramayana department store Kota Jambi. Sedangkan penelitian verifikatif bertujuan menguji pengaruh bauran penjualan eceran (retailing mix) terhadap citra Ramayana department store Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey deskriftif dan survey eksplanatory. Unit analisis dalam penelitian ini adalah konsumen Ramayana departmentt store Kota Jambi, berukuran 100 responden.
Jenis dan Sumber Data
 Adapun jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sedangkan sumber data yaitu data primer data skunder.
Teknik Penarikan Sampel
Populasi adalah Keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 1993:102). Dari pendapat tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Ramayana department store Kota Jambi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Ramayana Department Store Kota Jambi selama periode April hingga September 2007, yang berjumlah 16.859 orang. Mengingat besarnya jumlah populasi, maka peneliti mengambil sampel sebagai responden. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 100 orang.



Hasil Penelitian
Uji Validitas
Dari hasil pengujian validitas yang dilakukan dengan koefisien Guilford, dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil bahwa semua item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid karena semua item mempunyai korelasi positif dengan kriterium (skor total) atau semua item pernyataan menghasilkan nilai r diatas 0,4, dan semua item menujukkan arah yang positif, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa semua item pernyataan dalam penelitian ini valid.
Uji Realibilitas
 Uji realibilitas yang dilakukan dengan korelasi Spearman Brown dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil bahwa semua item pernyataan dinyatakan reliable, karena dari perhitungan diperoleh hasil nilai r.i > 0. Dari hasil yang diperoleh dapat dilihat bahwa semua nilai r.i menunjukkan angka di atas 0. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dalam penelitian inti dapat dikatakan reliable.
Pembobotan Nilai
 Karena tingkat pengukuran skala dari kuesioner adalah ordinal, maka agar dapat diolah lebih lanjut harus diubah terlebih dahulu menjadi skala interval dengan menggunakan Method of Succesive Iternal (MSI). Setelah dilakukan transformasi, maka diperoleh hasil nilai interval.
Analisis Regresi Berganda
Untuk menguji pengaruh bauran penjualan eceran terhadap citra Ramayana Department Store Kota Jambi, digunakan regresi berganda, juga untuk menguji hipotesis yang telah diungkapkan dalam bab sebelumnya. Dimana X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 = Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7 = Wiraniaga, dan Y = Citra Ramayana Department Store Kota Jambi. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda yang dilakukan dengan program SPSS, diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,610. Hal ini berarti bahwa variable terikat atau dependen yaitu citra Ramayana Department Store Kota Jambi (Y) dipengaruhi sebesar 61,0 % oleh variable bebas atau
independent yaitu : X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 = Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7 = Wiraniaga, sedangkan sisanya sebesar 39,0 % dipengaruhi oleh variable lain di luar 7 variabel di atas yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Uji Signifikansi Secara Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk menguji apakah variable independent secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variable dependen atau variable terikat. Jika nilai F hitung lebih besar dari F Tabel, maka dapat disimpulkan bahwa variable independent (X) yang terdiri dari X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 = Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7 = Wiraniaga, berpengaruh signifikan terhadap variable dependen (Y) yaitu citra Ramayana Department Store Kota Jambi. Berdasarkan hasil analisis yang diketahui bahwa nilai F hitung menunjukkan nilai sebesar 20,577 (signifikansi F=0.000), Sedangkan F Tabel diperoleh nilai sebesar 2.10. Jadi F hitung lebih besar dari F Tabel (20,577 > 2.10) atau sig F kecil dari 5% (0.000<0.05). Hal ini dapat diartikan bahwa secara simultan atau bersama-sama variable X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Lokasi, X4 = Promosi, X5 = Fasilitas fisik, X6 = Pelayanan, X7 = Wiraniaga, berpengaruh secara signifikan terhadap variable citra Ramayana Department Store Kota Jambi (Y).
KESIMPULAN
1. Tanggapan konsumen terhadap bauran penjualan eceran pada Ramayana Departement Store Kota Jambi sudah baik, ini dilihat dari rata-rata nilai jawaban responden menunjukkan angka 5,54.
2. Tanggapan konsumen terhadap citra Ramayana Departement Store sudah baik, ini dilihat dari rata-rata nilai jawaban responden menujukkan angka 5,47.
3. Dari hasil penelitian diketahui bahwa bauran penjualan eceran secara bersamasama atau simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap citra Ramayana Department Store.
4. Secara parsial, semua variabel bauran penjualan eceran pada Ramayana Dept. Store yang berjumlah 7 variabel yaitu produk, harga, lokasi, promosi, fasilitas, pelayanan dan wiraniaga berpengaruh positif terhadap citra Ramayana Department Store.
 5. Diketahui bahwa variabel ke tiga bauran penjualan eceran yaitu variabel lokasi, merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi citra Ramayana Department Store Kota Jambi dengan koefisien regresi (b) sebesar 0,214.

SUMBER : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=193562&val=6507&title=Analisa%20Credibility%20Celebrity%20Endorser%20Model%20:%20Sikap%20Audience%20terhadap%20Iklan%20dan%20Merek%20Serta%20Pengaruhnya%20Pada%20Minat%20Beli